Jumat, 30 November 2012

Panglima Viking Persib: Jangan Takut Sanksi PSSI!

Panglima Viking Persib Club Ayi Beutik merasa gerah melihat tim kesayangan bobotoh Persib Bandung tidak kunjung beruji tanding dengan klub yang memiliki kualitas sama dan meminta manajemen untuk mengirimkan klub mengikuti atau menggelar turnamen.

Ungkapan ini dikeluarkan Beutik terkait kerinduan bobotoh menyaksikan skuad Maung beraksi di tengah lapangan yang diperparah oleh ketidakpastian kompetisi, padahal Persib sudah berbenah dan mengeluarkan dana besar-besaran untuk mendatangkan pemain papan atas sepakbola nasional.


"Persib harus bertanding, masyarakat (bobotoh) sudah rindu melihat tim kesayangan beraksi," buka Beutik.

"Ikut turnamen sah-sah saja, jangan takut kena sanksi. Turnamen Inter Island Cup bisa diikuti bila perlu gelar di Bandung sekalian. Mengikuti turnamen yang diikuti lawan selevel akan membawa dampak positif bagi tim," katanya lagi.

Ucapan Beutik diamini dirigen Viking Persib, Yana Umar. Pria yang juga menjadi salah satu penyiar stasiun radio khusus bobotoh itu ikut menyuarakan dukungan soal kemungkinan Persib menjadi tuan rumah Inter Island Cup.

"Bobotoh sudah tidak sabar melihat Persib beraksi, lagi pula buat apa pemain terus-terusan berlatih tanpa bertarung? Menjadi tuan rumah sebuah turnamen bukan ide yang buruk. Jangan wacara melulu," kata Yana.

Pekan lalu, pelatih Persib Drago Mamic semapt mengungkapkan pihaknya enggan berpartisipasi mengikuti sebuah turnamen atau kejuaraan di luar aturan main yang sudah digariskan PSSI.



Sementara itu manajer Maung Bandung H Umuh Muchtar menjelaskan klub terpaksa menolak turnamen di Solo karena enggan menurunkan skuad yang tidak lengkap. Bos Persib yang dikenal hobi mengenakan setelan ala koboi itu juga pernah mengungkap kemungkinan Persib menggelar turnamen di Bandung

Tiba di Rumah Duka, Panglima Viking Menangis

Ratusan anggota Viking Persib Club tiba di rumah duka, Jalan RE Edang Suanda (Pasirleutik), RT 05/04, Kampung Pasirleutik, Desa Padasuka, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Selasa (29/5/2012).

Ketua Viking Heru Joko bersama, Panglima Viking Ayi Beutik diikuti ratusan anggotanya langsung mendatangi rumah duka sekitar pukul 13.30 WIB. Ayi nampak menangis, tak kuasa menahan kesedihan saat bertemu dengan ayah tiri Rangga Cipta Nugraha (22), Teguh Rianto (55). Begitupun ketika datang ke rumah duka.

Terlihat keluarga almarhum Rangga sudah menanti jenazah yang masih dalam perjalanan dari Jakarta menuju Bandung.

Rangga meninggal saat menyaksikan laga Persija Jakarta menjamu Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (27/5/2012).[ang]

Wow Viking Bersama Bonek Dukung Timnas di Malaysia

Suporter yang datang dengan atribut kebesaran Timnas Garuda yaitu kaos berwarna merah ini terus meneriakkan yel-yel dukungan kepada Bambang Pamungkas dan kawan-kawan.

Selain meneriakkan yel-yel dukungan, suporter yang datang dari beberapa wilayah di Malaysia ini juga membawa poster dengan ukuran besar yang bertuliskan dukungan pada Timnas Garuda.

Poster dari Bonek bertuliskan "Untukmu Indonesia" sedangkan poster Viking bertuliskan "Untukmu Indonesiaku, Jiwa Raga Kami". Kedua poster ini dipasang di seputaran Stadion Bukit Jalil.

"Ini adalah bentuk dukungan kami bagi bangsa dan negara. Makanya kami bersama yang lain datang ke sini," kata perwakilan Bonek di Malaysia Aditia Gilang Rhamadani di sekitar Stadion Bukit Jalil.

Pria asli Surabaya ini tidak datang sendiri ke stadion terbesar di Malaysia itu. Sedikitnya ada 300 anggota Bonek lainnya yang datang dari penjuru Malaysia.

Berdamai, Viking-The Jak Nonton Bareng Final Euro

Dua organisasi suporter klub yang selama ini bertikai, Viking Persib Club dan The Jak Mania, segera berdamai. Kedua kelompok dijadwalkan meneken nota perdamaian saat acara nonton bareng laga final Euro 2012 di kawasan Kemayoran, Jakarta, Senin dinihari, 2 Juli 2012.

"Kami tentu siap hadir nanti nonton bareng final Euro dan meneken MoU perdamaian dengan The Jak di Jakarta," ujar Ketua Umum Viking, Heru Joko, usai rapat membahas rencana perdamaian tersebut di kantor Wali Kota Bandung, Rabu 27 Juni 2012.

"Tak penting siapa yang pertama menggagas perdamaian ini. Yang penting niat sudah bagus. Saya juga bersyukur keinginan kami untuk berdamai sudah ditanggapi," ujar Heru.

Heru mengakui, meski kelak perjanjian sudah diteken, menghentikan perseteruan dan memelihara perdamaian bukan perkara mudah. Penyebabnya, kata dia, belum tentu semua anggota dan simpatisan kedua kubu setuju berdamai. Heru pun meminta segenap masyarakat dan aparat mendukung dan menjaga perdamaian Viking dan The Jak yang bakal segera diresmikan.

"Viking siap damai. Saya yakin 90 persen anggota Viking ingin berdamai, saya siap pertanggungjawabkan itu. Sedangkan 10 persen anggota mungkin belum setuju damai. Yang 10 persen ini kami serahkan juga ke polisi dan pemerintah," katanya saat bicara di forum rapat bersama Wali Kota Bandung Dada Rosada.

Optimisme serupa disuarakan Dada Rosada. Perdamaian, kata dia, sejatinya keinginan setiap orang, termasuk anak-anak Viking dan The Jak Mania. Pertemuan dan penandatanganan perjanjian damai 2 Juli nanti, kata dia, adalah langkah konkret untuk menyetop permusuhan kedua kubu. "Nantinya perdamaian itu bukan cuma dilakukan oleh Viking dan The Jak Mania. Tapi harus dilakukan oleh kita semua," katanya usai rapat.

Dada mengatakan undangan nonton bareng final Euro 2012 bersama Viking dan The Jak di Jakarta itu semula disampaikan eks Gubernur DKI Jakarta dan sesepuh The Jak Mania, Sutiyoso. Ajakan tersebut lantas ia teruskan kepada pimpinan Viking dan disambut hangat.

"Pertemuannya dilakukan di mana pun nggak masalah. Yang penting tujuannya, supaya tak ada lagi permusuhan, nanti bisa tercapai," kata Dada yang juga bakal menghadiri pertemuan Viking-The Jak di Jakarta Senin dinihari nanti.

Sementara itu penasihat Pengurus Cabang PSSI Kota Bandung, Dudi Sutendi, mengingatkan agar perdamaian Viking - The Jak direncanakan dan dilaksanakan secara serius. Perseteruan antara suporter Persib dan Persija, kata dia, sejatinya sudah berlangsung sejak era kompetisi Perserikatan puluhan tahun lalu. Perseteruan itu juga sejatinya memanas di massa arus bawah dan bukannya di tingkat elite suporter.

Polisi harap Viking dan The Jak benar-benar damai


Siang ini, rencananya pendukung Persib Bandung (Viking) dan pendukung Persija Jakarta (The Jak Mania) akan duduk satu meja membahas jalan perdamaian. Jalan ini diinisiasi oleh Walikota Bandung. Polda Jabar pun mengapresiasi langkah tersebut.

"Jelas kami apresiasi langkah pemerintah kota yang menginisiasi jalan perdamaian Viking dan The Jack," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul, dalam Hari Bhayangkara ke-66, di Jalan Cicendo Bandung, Rabu (27/6).

Menurutnya mediasi adalah langkah tepat. Karena perselisihan kedua kubu yang berimbas kepada masalah lain harus segera berakhir. Dia pun berharap kedua kubu bisa berkomitmen atas langkah upaya damai yang dilakukan.

"Nantinya jangan ada lagi pemikiran Viking tidak mau ketemu The Jak, atau sebaliknya. Jadi langkah damai harus diambil," tegasnya.

Dia pun berjanji akan membantu upaya lain untuk terus menindaklanjuti langkah damai antara Viking dan The Jak Mania. "Kita coba, tapi kita apresiasi dulu langkah ini," tandasnya.

Sebelumnya tiga orang penonton tewas dikeroyok suporter Persija di Gelora Bung Karno bulan lalu.

Heru Joko: 90 Persen Bobotoh Setuju Perdamaian


Ketua Viking Persib Heru Joko menyatakan bahwa suporter Persib Bandung siap berdamai dengan Persija Jakarta. Hal itu diyakini menjadi keyakinan sebagian besar pendukung.
"Saya pastikan, 90 persen Bobotoh siap berdamai. Sisanya sebanyak 10 persen mungkin memang harus ditangani sendiri," kata Heru, Rabu (27/6/2012) di Bandung, Jawa Barat.
Heru mengatakan hal itu di tengah rapat yang membahas perdamaian antara Viking-Jakmania di Balai Kota Bandung. Rapat itu diikuti oleh Wali Kota Bandung Dada Rosada, pengurus Viking, dan mantan manajer, seperti Jaja Sutarja maupun Yossi Irianto.
Pada 2 Juli, Dada diundang ke Jakarta untuk menonton pertandingan final Piala Eropa bersama Jakmania. Salah satu acara adalah penandatanganan nota kesepahaman antar Jakmania dengan Viking.
Lontaran Heru langsung ditanggapi Jaja. Dia mengatakan bahwa Viking yang ada di luar Bandung yang harus mendapatkan sosialisasi agar bisa berdamai dengan Jakmania.

Ketua Viking: Kami Siap Damai!



Ketua Viking Persib Fans Club Heru Joko menyuarakan isi hatinya mewakili anggota Viking terkait rencana perdamaian dengan The Jak Mania (suporter Persija). Pria berkacamata ini berbicara singkat di hadapan Walikota Bandung Dada Rosada.

"Siap damai. Saya percaya diri, semua ini bisa damai," tegas Heru saat diminta Dada menanggapi soal upaya damai Viking dan The Jak Mania di ruang tengah Balaikota Bandung, Rabu (27/6/2012).

Menurut Heru upaya perdamaian yang dinisiasi Dada dan Bang Yos (Sutiyoso, eks Gubernur DKI Jakarta) harus disambut postif. Berkumpulnya pejabat pemerintah, serta perwakilan masyarakat membahas serius langkah perdamaian, ucap Heru, merupakan momen ditunggu-tunggu.

"Ini bersejarah. Kami berkomitmen damai," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Heru sempat melontarkan ucapan kalau prosentase damai 90 persen. Sisanya, Heru meminta kerjasama dari pihak kepolisian dan Pemkot Bandung bersama-sama memantau sepak terjang anggota Viking terutama grassroot di hari mendatang.

Sontak saja, Wakapolrestabes Bandung AKBP Dadang Hartanto mempertanyakan ungkapan Heru tersebut. Dadang pun meminta Viking yakin sepenuhnya guna mengakhiri pertikaian dengan The Jak Mania.

"Ini momen sejarah soal hubungan soporter sepak bola. Ke depannya harus lebih baik," terang Dadang.

Walikota Bandung Dada Rosada pun memberikan motivasi dan keyakinan soal pernyataan Heru itu. "Harus 100 persen," ucap Dada.

Mantan Manajer Persib Jaja Sutarja turut berkomentar. "Maka itu perlu sosialisasi dan dibina anggota-anggota Viking lainnya setelah nanti perdamaian terlaksana," terang Jaja.

Mendengar masukan itu. Heru memberi isyarat dengan menganggukan kepala.